Senin, 31 Januari 2011

Perjalanan 12 Peserta K2N UI di Merauke

1 Juli 2010 menjadi tanggal bersejarah bagi 14 peserta K2N UI kelompok Merauke. Perjalanan dimulai dari Kampus UI Depok menuju Bandara pukul 18:30 WIB. Wajah semangat dan bahagia terlihat saat bis kuning mulai bertolak dari kampus UI Depok. Semangat para peserta tak surut walaupun selama 7 hari sebelumnya hingga hari keberangkatan peserta dan panitia sibuk untuk mempersiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan dalam menjalankan program selama satu bulan di Merauke.

Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, peserta disibukkan dengan barang bawaan yang begitu banyak. Jaket K2N UI 2010 yang melekat di badan peserta dan banyaknya barang yang bertumpuk di trolley masing-masing peserta membuat beberapa petugas bandara bertanya-tanya. Salah satu petugas  keamanan bandara menanyakan kepada salah satu paserta "ini adik-adik rombongan mau ke mana?", dengan semangat peserta menjawab "kami mau KKN Pak di merauke". Setelah melewati pintu keamanan, peserta terpaksa harus antre untuk menimbang barang-barang yang akan dibawa. Karena begitu banyak barang yang dibawa untuk menjalankan program di lokasi K2N, panitia harus membayar Rp 10.000.000,- ke pihak maskapai untuk kelebihan beban.

Berbagai persiapan telah dilakukan oleh para peserta dan panitia, kini saatnya menunggu pesawat untuk melakukan perjalanan selama 7 jam di udara. Merpati, merupakan satu-satunya maskapai penerbangan yang dapat mengantarkan penumpang dari Bandara Soekarno - Hatta Jakarta ke Bandara Mopah Merauke. Untuk terbang menuju Merauke, Merpati hanya menyediakan 1 kali penerbangan setiap harinya. Jakarta - Merauke hanya ada pukul 22:00 WIB dan Merauke - Jakarta hanya ada pukul 11:00 WIT.  Sayangnya, jadwal yang ada tidak sesuai dengan kenyataan. Keterlambatan kedatangan pesawat membuat peserta terpaksa harus menunggu selama satu setengah jam. Akhirnya, pesawat take off  pukul 23:30 WIB menuju Merauke.

7 jam di udara merupakan waktu yang cukup panjang untuk12 peserta. Waktu yang cukup panjang di pesawat sengaja digunakan sebagai waktu istirahat oleh Adi, Eby, Zul, Duran, Rolan, Yasinta, Nurul, Elia, Dede, Anis, Indri, Indah, Titi, dan Yulita. Ke-14 peserta akhirnya tertidur pulas selama melakukan perjalanan di pesawat. Namun, agaknya jam tidur peserta sedikit terganggu dengan peraturan transit di dua bandara yaitu Bandara Hasanuddin di Makasar dan Banadara Sentani di Jayapura. Dan akhirnya, selamat datang para peserta K2N UI 2010 Merauke, selamat mengerjakan tugas-tugas mulia kalian. Izakod Bekai Izakod Kai, Merauke OK!



Jumat, 28 Januari 2011

Tim K2N UI di Merauke Jilid 1

Setelah 7 tahun vakum, Universitas Indonesia kembali membuat sejarah dengan mengadakan kembali Kuliah Kerja Nyata (K2N UI). Tahun 2010 adalah tahun ke - 3 Universitas Indonesia mengadakan K2N setelah 7 tahun vakum. Agenda K2N UI 2010 merupakan langkah yang lebih besar dari tahun sebelumnya. Jika tahun 2009 UI hanya mengirim mahasiswanya ke 1 titik perbatasan tapi di tahun 2010 UI mengirim mahasiswanya di 12 titik perbatasan.
Salah satu titik yang dipilih oleh Tim K2N UI 2010 adalah Distrik Sota Kabupaten Merauke. Merauke adalah daerah paling timur Indonesia dan berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. Kabupaten yang sangat luas, kaya akan flora dan fauna ini sangat memukau para peserta K2N UI saat itu. wajah 14 orang peserta sesaat berbinar begitu menginjak tanah bandara Mopah Merauke. Seakan tak percaya dapat menginjak daerah paling timur Indonesia.
Kegembiraan Tim K2N UI 2010 dan peserta semakin tak terhingga ketika mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat dan pemerintah setempat. Bahkan Bupati Merauke saat itu, Bapak Johanes Gluba Gebze sangat mendukung kegiatan ini dengan menyediakan tempat tinggal, peralatan masak dan makan, kasur, bantal, sepeda, senter, dan yang lebih senangnya peserta diantar langsung oleh Bapak Johanes.
Sesampainya di Distrik Sota kami telah ditunggu oleh kepala adat dengan pakaian adatnya. Tampak wajah gembira dari peserta K2N UI Adi, Nurul, Elia, Anis, Dede, Eby, Yulita, Yasinta, Rolan, Duran, Indri, Indah, Zul dan Titi. Kegembiraan mereka bersatu dengan masyarakat di distrik Sota Jalur enam. Santapan lezat pun disajikan oleh masyarakat setempat. Salah satu makanan yang tidak pernah ditemui oleh mereka adalah ubi ungu.
Ini adalah pertemuan awal yang hangat dan mengesankan bagi mahasiswa yang biasanya hidup di kota-kota besar dengan berbagai fasilitas yang menunjang. K2N UI memberikan kesederhanaan namun penuh makna, memberikan pelajaran yang berarti bagi mahasiswa untuk lebih dekat dengan rakyat.